Ad Code

Responsive Advertisement

Jangan Jadikan Keadaan sebagai Dalil

Saudara-saudara,

Hari ini ada dua tipe orang yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Yang pertama berkata:

“Hidup saya lancar. Usaha berjalan. Rumah ada. Mobil ada.
Kalau saya salah, tidak mungkin Allah memberikan semua ini.”

Yang kedua berkata:

“Saya susah. Hidup terjepit. Dizalimi.
Kalau saya marah dan membenci, itu wajar. Saya korban.”

Sekilas keduanya tampak berbeda.
Yang satu di atas, yang satu di bawah.

Namun sebenarnya sama.

Keduanya menjadikan keadaan sebagai pembenaran.

Yang berada berkata:

“Lihat hasilnya.”

Yang kesulitan berkata:

“Lihat penderitaannya.”

Keberhasilan Bukan Bukti Keridhaan

Padahal, keberhasilan bukan bukti Allah meridhai.
Kesulitan bukan bukti Allah otomatis membela kita.

Jika sukses berarti pasti benar,
maka setiap koruptor yang belum tertangkap pasti orang saleh.

Jika menderita berarti pasti suci,
maka setiap orang yang mengamuk di jalan adalah pejuang kebenaran.

Tentu tidak demikian.


Masalahnya Bukan pada Posisi

Persoalannya bukan pada kaya atau miskin.
Bukan pada mapan atau terpinggirkan.

Masalahnya ada di sini:

  • Ketika kita berada di atas, kita merasa tidak perlu dikoreksi.
  • Ketika kita terjatuh, kita merasa tidak perlu bertanggung jawab.

Yang memiliki harta merasa kebal.
Yang tidak memiliki merasa bebas menyalahkan siapa saja.


Tauhid yang Membumi

Tauhid itu sederhana, tetapi menegur dengan tajam.

  • Sedang sukses? Jangan merasa paling benar.
  • Sedang susah? Jangan merasa paling suci.

Allah tidak menanyakan kita berada di posisi mana.

Allah menanyakan: bagaimana sikap kita.

Sering kali orang berada jatuh bukan karena miskin,
tetapi karena kesombongan.

Dan sering kali orang yang sedang kesulitan semakin jauh bukan karena kurang uang,
melainkan karena kebencian yang terus dipelihara.


Penutup

Maka berhati-hatilah.

Jangan jadikan rekening sebagai dalil.
Jangan jadikan luka sebagai tameng.

Kebenaran bukan soal keadaan.
Kebenaran adalah soal ketundukan.

Itu saja.